Pages

Senin, 20 April 2015

KEBERSAMAAN ITU INDAH

KEBERSAMAAN ITU INDAH

Oleh Kusairi Amin

Manusia adalah makhluk sosial yang sejatinya selalu memiliki ketergantungan dengan manusia lain. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Susah, senang, gembira, bahagia adalah bentuk rasa yang didapat manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Sejatinya manusia selalu memiliki kesempatan untuk meraih kebahagiaan dengan bantuan dari orang lain.

Manusia hidup di dunia untuk saling mengenal dan berpasang-pasangan. Memang tidak mudah menyatukan karakter manusia yang begitu beragam perbedaannya. Egoisme atau sikap individualistis merupakan alasan utama mengapa manusia sukar sekali sekali untuk berkumpul dan bersatu dalam keharmonisan kebersamaan. Perbedaan sudut pandang dan pemikiran merupakan sebuah hal yang wajar dan lumrah terjadi. Kita sebagai manusia tidak dapat mengambing hitamkan hal tersebut sebagai faktor perpecahan di antara kita bukan?

Cobalah tengok jika Anggrek dan inangnya pun dapat hidup berdampingan dengan perbedaan karakter dasar yang menonjol. Hal tersebut semestinya dapat kita jadikan sebagai sebuah analogi yang mencerahkan jika hidup kita ini harus dapat selalu saling mengisi dan melengkapi segala kelebihan dan kekurangan di antara kita.

Bukankah hidup yang indah, nyaman, dan tentram penuh keharmonisan dengan sesama merupakan sesuatu yang indah?
Untuk itu, marilah kita mulai mencoba berbenah diri. Bukalah kembali cara pandang kita terhadap orang lain agar kita dapat bersikap lebih dewasa dalam menerima, menghargai, dan menghormati segala perbedaan yang ada. Ajaklah diri untuk berbagi. Kuatkan niat hati untuk terus merendahkan hati karena semua akan terasa indah dan membahagiakan jika kita mampu bersama-sama untuk hidup berdampingan penuh keharmonisan.

MENGGAPAI RIDHO ALLOH

MENGGAPAI RIDHO ALLOH

Oleh  Kusairi Amin

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Maukah kalian Aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada Shalat dan Saum?" Sahabat menjawab, "Tentu saja!" Rasulullah menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambung persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah diantara mereka (semua itu) adalah Amal Shaleh yang besar pahalanya. Barangsiapa ingin diperpanjang usianya, dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambung tali persaudaraan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Renungan……!!!

Maukah kita mendapatkan syafa'at dan ridha dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala…?

Semoga kita bisa menjalankan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alihi Wasallam diatas sahabat BTAA-ku fillah. InsyaAllah semua akan diberi kemudahan. Aamiin.

Wallahu A'lam Bish-shaawab.

KARYÀ INOVATIF

KARYA INOVATIF

Oleh Kusairi Amin

3.1 Menemukan Teknologi Tepat guna (Membuat karya sains/ teknologi )
3.2. Menciptakan Karya Seni
3.3 Membuat/ memodifikasi alat pelajaran/ peraga/ praktikum
3.4 Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya

ARTI KARYA INOVATIF (Yang Memiliki Sifat Pembaharuan)
Membuat atau menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya
Memperbaharui sesuatu yang sudah ada sebelumnya

LATAR BELAKANG
Menghargai hasil karya guru selain Publikasi Ilmiah yang bermanfaat untuk pendidikan atau masyarakat

perbedaan Karya Inovatif dengan Publikasi Ilmiah?
Yang dinilai adalah : hasil karya berupa “barang” tertentu, yang dapat dikirimkan atau tidak dapat dikirimkan dan diwakili oleh foto atau film yang dikirimkan
Penilaian melalui Laporan Pembuatan/Penciptaan dan Penggunaan

3.1. menemukan teknologi tepat guna
Karya sain yang digunakan di SEKOLAH
Memudahkan pembelajaran/pendidikan
Media pembelajaran, dll
Bermanfaat dan ada unsur inovasi/memodifikasi

Kriteria teknologi tepat guna
Kompleks :
Inovasi tinggi, sulit, alur kerja rumit, modifikasi tinggi AK 4
Sederhana :
Inovasi rendah, kurang sulit, sederhana AK 2

Jenis karya sains
Media pembelajaran/bahan ajar interaktif berbasis komputer (untuk setiap standar kompetensi atau beberapa kompetensi dasar )
Program aplikasi komputer (untuk setiap aplikasi)
Alat/mesin bagi pendidikan atau masyarakat (untuk setiap unit alat/mesin)
Bahan tertentu hasil penemuan baru atau modifikasi (untuk setiap jenis bahan)
Konstruksi untuk keperluan bidang pendidikan atau kemasyarakatan (untuk setiap konstruksi)
Hasil eksperimen/percobaan sains/ teknologi (untuk setiap hasil eksperimen)

Bukti fisiknya LAPORAN tentang
cara pembuatan dan penggunaan alat/mesin, dilengkapi dengan gambar/foto karya teknologi tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

cara pembuatan dan penggunaan media pembelajaran/bahan ajar interaktif berbasis komputer , dilengkapi dengan hasil pembuatan media pembelajaran/bahan ajar tersebut dalam cakram padat (compact disk/CD).

Laporan hasil eksperimen/percobaan sains/teknologi , dilengkapi dengan uraian persiapan, pelaksanaan dan hasil eksperimen/ percobaan, dan foto saat melakukan eksperimen.

Lembar Pengesahan/Pernyataan dari Kepala Sekolah bahwa karya teknologi tersebut dipergunakan di sekolah atau di lingkungan masyarakat.

Format Laporan yang berupa Alat/Bahan/Konstruksi/Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Halaman judul
Halaman pengesahan oleh kepala sekolah.
Kata pengantar pembuat.
Daftar isi laporan
Daftar gambar
Nama Karya
Tujuan
Manfaat
Rancangan/desain karya dilengkapi dengan gambar rancangan atau diagram alir serta daftar dan foto alat dan bahan yang digunakan).
Prosedur pembuatan karya (dilengkapi dengan foto pembuatan
Penggunaan karya (dilengkapi dengan foto penggunaan).

Format Laporan yang berupa Eksperimen/ Percobaan Sains/Teknologi

Halaman judul
Halaman pengesahan oleh kepala sekolah.
Kata pengantar pembuat.
Daftar isi laporan
Daftar gambar
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Manfaat
BAB II : LANDASAN TEORI
BAB III : PROSEDUR DAN HASIL EKSPERIMEN
A. Persiapan Eksperimen
B. Pelaksanaan Eksperimen
BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN :

3.2. menciptakan karya seni
Definisi : ekpresi nilai/gagasan melalui berbagai medium

Diakui oleh masyarakat : dipertunjukkan, diterbitkan, dipamerkan, minimal tk kabupaten/kota

Jenisnya…
Penilaian jenis karya seni ditekankan kepada penciptaan karya seni secara perorangan atau kolektif, bukan pengulangan atau peniruan.

DEFINISI
proses perefleksian nilai-nilai dan gagasan manusia yang diekspresikan secara estetik dalam berbagai medium seperti rupa, gerak, bunyi, dan kata.

Jenis
1. seni sastra (novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, naskah drama/teater/film),
2. seni rupa (a.l.: keramik kecil, benda souvenir, lukisan, patung, ukiran, keramik ukuran besar, baliho, busana),
3. desain grafis (a.l.: sampul bu

Minggu, 19 April 2015

ETIKA SEORANG PEMIMPIN

ETIKA SEORANG PEMIMPIN

Etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu, memutuskan pat yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi. Sedangkan tanggung jawab adalah kesiapan seseorang dalam menerima tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya.
Untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya untuk memiliki etika dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya dan juga seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajibannya atau tugasnya serta terhadap yang dipimpinnya.
Tanggung jawab kepemimpinan menjelaskan tentang adanya penaggungjawaban yang ditanggungkan kepada soerang pemimpin yang bersifat menyeluruh. Untuk memahami penanggungjawaban seorang pemimpin ini.

Pertama, pemimpin sejati harus menyadari akan tanggung jawabnya secara menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui untuk apa ia berada dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab, pertanggungjawaban kepemimpinan yang ada padanya.

Kedua, pemimpin harus harus menyadari bahwa ia memilik kapasitas utuh disertai kemampuan dan kehandalan dengan visi, misi dan fokus yang jelas untuk bekerja. Tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat, guna memimpin yang membawa keuntungan besar bagi organisasi seperti bawahan, staf, dan pemimpin dan lingkungan dimana kepemimpinan dijalankan.

Ketiga, pemimpin harus menerima pemercayaan dalam penanggungjawaban kepemimpinan ini dan bertekad kuat mengamalkan tanggung jawab dalam mengelola sikap serta perilaku berkualitas, dalam memanajemeni, fokus pada sasaran berhasil, melalui upaya memimpin secara berkualitas.
Disamping itu, seorang pemimpin juga harus menjalankan kepemimpinan dan tanggung jawabnya dengan beretika. Sehingga didapatlah pemimpin yang memiliki integritas serta kinerja yang baik di mata orang-orang yang dipimpinnya.

Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik.
Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
Ada beberapa pendapat yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini:

a. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda). Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.

b. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik.

c. Berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.

d. Berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin yang memiliki etika, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.

e. Berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif.