Pages

Minggu, 29 November 2015

SEKOLAH 'KNOWING' vs SEKOLAH 'BEING'.


SEKOLAH 'KNOWING' vs SEKOLAH 'BEING''

Bersama teman ORANG EROPA Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman sy ini selalu berusaha utk mencari zebra cross. Berbeda dgn sy dan org  Kediri yg lain, dgn mudah menyeberang dimana saja sesukanya.

Teman sy tetap tdk terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn zebra cross.

Yg lbh memalukan, meskipun sdh ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang. Teman sy geleng2 kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya sy coba menanyakan pandangan teman sy ini mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Sy bertanya mengapa orang2 di negara kami menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah utk menyeberang jalan. Sementara dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dgn zebra cross.

Pelan2 dia menjawab pertanyaan saya, "It's all happened because of The Education System."

Wah, bukan main kagetnya sy mendengar jawaban teman sy. Apa hubungan menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan?

Dia melanjutkan penjelasannya,
"Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak2 kita menjadi makhluk 'Knowing' atau sekedar tahu saja, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yg mencetak anak2 menjadi makhluk 'Being'.

Apa maksudnya?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal utk diketahui para siswa. Sekolah tidak mampu membuat siswa mau melakukan apa yg diketahui sebagai bagian dr kehidupannya.

Anak2 tumbuh hanya menjadi 'Makhluk Knowing', hanya sekedar 'mengetahui' bahwa:
- zebra cross adalah tempat menyeberang,
- tempat sampah adalah utk menaruh sampah.

Tapi mereka tetap menyeberang dan membuang sampah sembarangan.

Sekolah semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure & akhirnya mogok sekolah. Segala macam diajarkan dan banyak hal yg diujikan,
tetapi tak satupun dr siswa yang menerapkannya setelah ujian. Ujiannya pun hanya sekedar tahu, 'Knowing'.

Di negara kami, sistem pendidikan benar2 diarahkan utk mencetak manusia2 yg 'tidak hanya TAHU apa yg benar tetapi MAU melakukan apa yg benar sebagai bagian dr kehidupannya'.

Di negara kami, anak2 hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Sains.
2. Basic Art.
3. Social.

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dgn kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya. Anak2 ini jg tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.

Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk 'Being', yakni manusia2 yg melakukan apa yg mereka tahu benar."

Wow!

Betapa sekolah begitu memegang peran yg sangat penting bagi pembentukan perilaku & mental anak2 bangsa.

Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yg hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.

Kita mestinya lebih mengarahkan pendidikan utk mencetak generasi yg tidak hanya sekedar TAHU tentang hal2 yg benar, tp jauh lebih penting utk mencetak anak2 yg MAU melakukan apa2 yg mereka ketahui itu benar, mencetak manusia2 yg 'Being'.

Apakah tempat anak2 kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan & kurikulum yg akan menjadikan anak2 kita utk menjadi makhluk 'Being' atau hanya sekedar 'Knowing'?

'Mengetahui Yang Benar' tetapi 'Tidak Pernah Melakukan Dengan Benar' sama dengan 'Tidak Mengetahui'.

Tetap semangat

Selasa, 08 September 2015

WUDHU

hamba berwudhu saat berkumur kumur, maka akan keluar dosa dosa (kecil) dari mulutnya. Apabila menghirup & menghembuskan angin dari hidungnya, keluarlah dosa dosa (kecil) dari hidungnya. Apabila membasuh wajah, keluarlah dosa dosa (kecil) dari wajahnya hingga keluar dari kelopak matanya. Apabila membasuh kedua tangan, keluarlah dosa dosa (kecil) dari kedua tangannya hingga dari kukunya. Apabila mengusap kepalanya, maka keluarlah dosa dosa (kecil) dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Dan apabila membasuh kedua kaki, keluarlah dosa dosa (kecil) dari kakinya hingga dari kukunya..." (HR. Malik, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Hakim). SubhanAllah ternyata hal sederhana yg selalu kita lakukan sangat besar hikmahnya sahabatku...apalagi mereka yg "dawaamul wudhu" selalu menjaga wudhu, Allahu akbar energi positif memancar, wajahpun bersih fresh berwibawa, dan itu karekteristik hamba yg beriman hobbynya bersuci, kecintaan para Malaikat kpdnya dan siap menghadapi kematian jika datang tiba tiba. Inilah diantara alasan mengapa selalu abang ingatkan untuk selalu menjaga wudhu "Semoga Allah jadikan kita hamba Allah yg selalu senang menjaga kesucian diri dg selalu berwudhu hingga akhir wafat kita...aamiin".

Selasa, 11 Agustus 2015

Pluralisme liberal dan sekuler

Oleh Mbah Gumul Kusairi

Pada ilmu sosial, pluralisme adalah kerangka aktivitas interaksi dimana suatu kelompok menunjukkan rasa hormat yang baik dan toleransi satu samalain, mereka saling mengakui dan berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi. Pluralisme juga bahwa individu-individu mempunyai hak untuk memutuskan “kebenaran universal” untuk mereka. Dari pemaparan diatas telah sangat jelas sekali bahwa sesungguhnya sekularisme adalah cara memandang kehidupan tanpa agama (outside the religion), dalam definisi modern juga bisa dikatakan memisahkan agama dari kehidupan publik (negara). Awal munculnya pandangan ini adalah ketika terjadi konflik antara agama katolik dan para cendekiawan di eropa yang berlangsung pada abad pencerahan (enlightment ages) sekitar abad 16 sampai abad 17, yang sebelumnya dilalui oleh abad gelap (dark ages) yaitu sekitar abad ke 5 sampai dengan abad ke 15. Penyebutan abad gelap ini adalah karena begitu tak teraturnya masyarakat eropa pasca runtuhnya kekaisaran romawi (roman empire) pada tahun 410.

Liberalisme dan pluralisme, termasuk kapitalisme dan demokrasi adalah produk yang sengaja disiapkan untuk menjadi tameng agar masyarakat eropa tidak lagi terjerumus pada trauma masa lalu, bersatunya negara dan agama. Berbeda dengan Islam, sejarah telah membuktikan bahwa kejayaan islam justru tercapai ketika Islam tidak hanya diposisikan sebagai agama ritual tetapi juga sebagai aturan hidup yang mengatur seluruh aspek dalam kehidupan.

Semoga bermanfaat

Jumat, 10 Juli 2015

PERLUNYA BERMADZAB

Agama, jika dikaitkan dengan Allah, disebut Ad - Din sebagaimana ayat Al Qur’an menyatakan: “Innaddina ‘indallahil Islam” , Sesungguhnya Ad – Din di sisi Allah hanya Islam. Sedangkan jika agama dikaitkan dengan nabi, maka istilah yang dipakai dalam al Quran adalah “Millah”. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an: “Dinnan Qiyyaman Millata Ibrahima Hanifan”, Agama yang lurus disisi Allah adalah millahnya nabi Ibrahim. Apabila agama dikaitkan dengan ulama istilah yang dipakai adalah Madzhab, artinya jalan. Madzhab Hanafi artinya pemahaman agama menurut Qur’an dan sunnah yang digali oleh Imam Hanafi Ra. Begitu juga Madzhab Syafi’i adalah pemahaman agama yang digali oleh Imam Syafi’i Ra.

Sebagai orang awam kita tidak mampu menggali Al Qur’an dan sunnah secara langsung sebagaimana yang telah dilakukan oleh para Imam Mujtahid. Hal ini karena keterbatasan ilmu alat yang kita miliki. Para ulama mengatakan minimal mesti menguasai 15 ilmu alat seperti, Nahwu, Sharaf, bayan, balaghah, asbabun nuzul, Asbabun Wurud, dll, di samping hafal Al Qur’an 30 Juz dan menghafal hadits puluhan ribu. Jika hal ini terpenuhi, barulah seseorang berhak dan cukup mumpuni untuk menggali sendiri hukum dari Al Qur’an dan sunnah tanpa bertaqlid kepada orang lain. Itu pun tentunya mesti dibekali iman dan akhlak yang mulia pula!
Imam Hanafi Ra. Seorang alim besar yang hafal Qur’an dan sempat berguru kepada 8 orang sahabat nabi, satu di antaranya Anas bin Malik Ra. Sementara Imam Maliki dan Imam Syafi’i menghafal 600 ribu hadits, dan Imam Hambali menghafal 1 juta hadits, di samping tentunya sudah hafal Al Qur’an sejak masa kanak-kanak. Dari sini dapat difahami bahwa tentu saja semua fatwa mereka tidak akan bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits yang mereka hafal. Adalah sangat mustahil jika para ulama besar ini berfatwa menurut akal mereka semata-mata, dengan mencampakkan ratusan ribu hadits yang mereka hafal selama ini. Sudah lah pasti mereka berfatwa dan berhujjah dalam menegakkan hukum agama dengan memakai hadits yang mereka hafal itu.
Sayangnya, akhir-akhir ini beredar fitnah terhadap para ulama madzhab. Mereka yang mulia ini dituduh telah memuat fatwa-fatwa yang menentang hadits-hadits rasul di dalam kitab-kitab karangan mereka. Sesungguhnya ini adalah tuduhan keji dan tidak memiliki bukti sama sekali. Seluruh dunia tahu betapa para imam madzhab adalah orang-orang yang sangat takut kepada Allah dan sangat mencintai sunnah-sunnah Rasulullah SAW. yang banyak dijumpai justru orang-orang anti madzhab kebanyakan terdiri dari orang-orang yang hatinya keras, kasar, angkuh, selalu menganggap rendah orang lain, serta mau menang sendiri
Pentingnya Taqlid
Sebagai orang awam yang tidak menguasai ilmu alat, maka kita mesti taqlid kepada salah satu Imam yang ada. Allah pun memerintahkan dalam Al Qur’an: “Fas alu ahladz dzikri in kuntum la ta’ lamun”  artinya “Dan tanyalah ahli ilmu, jika kamu tidak mengetahui” maksudnya ikutilah pendapat ahli ilmu (ulama besar Madzhab) dan jangan sok tahu apalagi lancang menggali sendiri Al Qur’an yang luasnya tidak cukup dijabarkan andai air laut menjadi tintanya sekalipun!
Mengikuti madzhab tidaklah menyebabkan umat terpecah belah, karena perbedaan antara madzhab hanya pada ranting-rantingnya saja, dan bukan pada masalah pokok agama. Yang menyebabkan perpecahan selama ini adalah kelompok orang yang tidak mau bermadzhab kepada salah satu Imam Mujtahid, padahal kenyataannya terjebak dan bermadzhab kepada guru-guru mereka dalam kelompok madzhab baru pula yaitu kelompok madzhab anti madzhab. Kelompok inilah yang selama ini menimbulkan kerawanan karena sangat rajin menuduh golongan di luar faham mereka sebagai kelompok yang sesat bahkan dicap sebagai calon penghuni neraka semuanya.! Na’udzubillah.
Bahayanya Talfiq
Talfiq adalah mencomot-comot dengan seenaknya sendiri pendapat-pendapat Imam Madzhab yang empat karena ingin mencari yang termudah baginya. Hal ini sangat berbahaya dan merusakkan sendi agama. Agama, jika dikaitkan dengan Allah, disebut Ad - Din sebagaimana ayat Al Qur’an menyatakan: “Innaddina ‘indallahil Islam” , Sesungguhnya Ad – Din di sisi Allah hanya Islam. Sedangkan jika agama dikaitkan dengan nabi, maka istilah yang dipakai dalam al Quran adalah “Millah”. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an: “Dinnan Qiyyaman Millata Ibrahima Hanifan”, Agama yang lurus disisi Allah adalah millahnya nabi Ibrahim. Apabila agama dikaitkan dengan ulama istilah yang dipakai adalah Madzhab, artinya jalan. Madzhab Hanafi artinya pemahaman agama menurut Qur’an dan sunnah yang digali oleh Imam Hanafi Ra. Begitu juga Madzhab Syafi’i adalah pemahaman agama yang digali oleh Imam Syafi’i Ra.

Sebagai orang awam kita tidak mampu menggali Al Qur’an dan sunnah secara langsung sebagaimana yang telah dilakukan oleh para Imam Mujtahid. Hal ini karena keterbatasan ilmu alat yang kita miliki. Para ulama mengatakan minimal mesti menguasai 15 ilmu alat seperti, Nahwu, Sharaf, bayan, balaghah, asbabun nuzul, Asbabun Wurud, dll, di samping hafal Al Qur’an 30 Juz dan menghafal hadits puluhan ribu. Jika hal ini terpenuhi, barulah seseorang berhak dan cukup mumpuni untuk menggali sendiri hukum dari Al Qur’an dan sunnah tanpa bertaqlid kepada orang lain. Itu pun tentunya mesti dibekali iman dan akhlak yang mulia pula!
Imam Hanafi Ra. Seorang alim besar yang hafal Qur’an dan sempat berguru kepada 8 orang sahabat nabi, satu di antaranya Anas bin Malik Ra. Sementara Imam Maliki dan Imam Syafi’i menghafal 600 ribu hadits, dan Imam Hambali menghafal 1 juta hadits, di samping tentunya sudah hafal Al Qur’an sejak masa kanak-kanak. Dari sini dapat difahami bahwa tentu saja semua fatwa mereka tidak akan bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadits yang mereka hafal. Adalah sangat mustahil jika para ulama besar ini berfatwa menurut akal mereka semata-mata, dengan mencampakkan ratusan ribu hadits yang mereka hafal selama ini. Sudah lah pasti mereka berfatwa dan berhujjah dalam menegakkan hukum agama dengan memakai hadits yang mereka hafal itu.
Sayangnya, akhir-akhir ini beredar fitnah terhadap para ulama madzhab. Mereka yang mulia ini dituduh telah memuat fatwa-fatwa yang menentang hadits-hadits rasul di dalam kitab-kitab karangan mereka. Sesungguhnya ini adalah tuduhan keji dan tidak memiliki bukti sama sekali. Seluruh dunia tahu betapa para imam madzhab adalah orang-orang yang sangat takut kepada Allah dan sangat mencintai sunnah-sunnah Rasulullah SAW. yang banyak dijumpai justru orang-orang anti madzhab kebanyakan terdiri dari orang-orang yang hatinya keras, kasar, angkuh, selalu menganggap rendah orang lain, serta mau menang sendiri
Pentingnya Taqlid
Sebagai orang awam yang tidak menguasai ilmu alat, maka kita mesti taqlid kepada salah satu Imam yang ada. Allah pun memerintahkan dalam Al Qur’an: “Fas alu ahladz dzikri in kuntum la ta’ lamun”  artinya “Dan tanyalah ahli ilmu, jika kamu tidak mengetahui” maksudnya ikutilah pendapat ahli ilmu (ulama besar Madzhab) dan jangan sok tahu apalagi lancang menggali sendiri Al Qur’an yang luasnya tidak cukup dijabarkan andai air laut menjadi tintanya sekalipun!
Mengikuti madzhab tidaklah menyebabkan umat terpecah belah, karena perbedaan antara madzhab hanya pada ranting-rantingnya saja, dan bukan pada masalah pokok agama. Yang menyebabkan perpecahan selama ini adalah kelompok orang yang tidak mau bermadzhab kepada salah satu Imam Mujtahid, padahal kenyataannya terjebak dan bermadzhab kepada guru-guru mereka dalam kelompok madzhab baru pula yaitu kelompok madzhab anti madzhab. Kelompok inilah yang selama ini menimbulkan kerawanan karena sangat rajin menuduh golongan di luar faham mereka sebagai kelompok yang sesat bahkan dicap sebagai calon penghuni neraka semuanya.! Na’udzubillah.

Senin, 06 Juli 2015

TAHLILAN

TAHLILAN
-----------
Tahlilan menurut bahasa
berasal dari fi’il madli “Hallalla-Yuhallilu-Tahlilan”,
yang bermakna :
Membaca kalimat Laa Ilaaha Ilaallah.
Tahlilan adalah amalan dzikir
dan munajat kepada Allah swt,
yang didalamnya berisi pembacaan ayat-ayat Al-Qur`an,
kalimah tahlil, tahmid, takbir, tasbih
dan shalawat, serta do’a-do`a lainnya,
diperuntukkan untuk orang-orang
yang telah meninggal dunia.
Semua itu merupakan amaliyah
yang tidak bertentangan sedikitpun
dengan syariat Islam
bahkan dianjurkan.
Dengan latar belakang inilah,
kemudian amalan ini di namakan tahlilan,
karena di dalamnya banyak
dibaca kalimat thayyibah (tahlil).
Sebagaimana penamaan shalat tasbih,
karena didalamnya terdapat
banyak sekali bacaan tasbih (300 kali).
Di Nusantara..
yang mayoritas muslimnya menganut madzhab Syafi`i (Syafi`iyyah),
tradisi “Tahlilan dan Kenduri” sudah dilakukan
sejak zaman dahulu,
amalan ini di prakarsai oleh para ulama
seperti walisongo
dan para da’i penyebar Islam lainnya.
Tahlilan dan Kenduri sebagai warisan para ulama,
memiliki dasar dalam syariat Islam,
bahkan kalau ditelusuri dan dikaji lebih dalam,
satu persatu amalan-amalan yang terdapat dalam tahlilan,
TIDAK ADA yang bertentangan dengan hukum Islam.
Allah swt, berfirman
dalam surat Nuh ayat 28:
“Ya Tuhanku..!
Ampunilah aku, ibu bapakku,
orang yang masuk ke rumahku
dengan beriman dan semua orang
yang beriman laki-laki dan perempuan…”.
----
Do you Understand...the Tahlil..?!
Is not bid'ah.
KENDURI
----------
Sedangkan kenduri adalah sedekah makanan
dalam “Tahlilan”,
yang pahalanya di tujukan
untuk orang yang meninggal dunia (mayit).
Biasanya dilakukan selama 7 hari, hari ke 40,
hari ke 100, haul (setahun meninggalnya)
dan hari ke 1000.
istilah 7 hari dalam kenduri itu berdasarkan hadist
riwayat Imam Thawus
tercantum di dalam kitab Al Hawi Juz II hal 178 :
Rasulullah saw, bersabda :
“Seorang yang mati akan beroleh ujian dari Allah
dalam kuburnya selama 7 hari.
Untuk itu, sebaiknya mereka (yang masih hidup)
mengadakan jamuan makan (sedekah) untuknya
selama hari-hari tersebut”
(HR.Thawus)
Sahabat Ubaid ibn Umair berkata:
“Orang mukmin dan orang munafiq sama-sama
akan mengalami ujian dalam kubur.
Bagi orang mukmin akan memperoleh ujian selam 7 hari,
sedang orang munafiq selama 40 hari”.
Hadits tersebut termasuk
dalam kategori hadist shahih
menurut penilaian tiga Imam (Maliki, Hanafi dan Hambali)
yang telah dijadikan hujjah mutlak
dan sudah di amalkan semenjak zaman para Sahabat
hingga para Tabi’in.
Adalah asumsi yang keliru jika dikatakan
bahwa peringatan 7 hari kematian
dalam Kenduri semata-mata murni
di ambil dari budaya hindu atau budha.
Memang mirip,
namun mirip bukanlah berarti sama.....!!!.
(Paijo mirip Paimin ...
bukan berarti Paijo itu Paimin)
...ya kan...?!
hehehe
kikuk kikuk...
Sedangkan penentuan
40 hari, 100 hari, haul (setahun), 1000 hari
dan seterusnya…
itu juga merupakan tradisi
yang sama sekali tidak bertentangan dengan syari’at,
Karena sesungguhnya sedekah makanan
dan membaca dzikir itu
sunah di lakukan kapan saja.
Bahkan di Makkah dan Madinah tradisi kenduri 7 hari
sudah ada sejak dahulu kala,
Sebagaimana kesaksian Syaikh Muhammad Nur Bugis
(Beliau ini murid dari ulama-ulama besar di Makkah ),
di dalam kitab “Kasyful Astaar”
(kitab yang khusus membahas
kegiatan tahlilan dan kenduri),
dengan menuqil perkataan Imam As-Suyuthi :
“Sungguh khabar tentang kenduri selama 7 hari
telah sampai kepadaku
dan aku menyaksikan sendiri bahwa tradisi ini
telah berlaku di Makkah dan Madinah
berkelanjutan hingga aku kembali
ke Indonesia (tahun 1947 M -1958 M).
Amalan itu memang tidak pernah di tinggalkan
sejak zaman sahabat nabi
sampai sekarang,
Dan mereka menerimanya dari salafush shaleh
sampai masa awal Islam.
Ini saya nukil dari perkataan Imam al-Hafidz as-Suyuthi”.
Al-Imam al-Hafidz As-Suyuthi sendiri berkata :
“Di syariatkan memberi makan (shadaqah)
karena ada kemungkinan orang yang mati memiliki dosa
yang memerlukan sebuah penghapusan
dengan shadaqah dan lainnya,
Maka jadikanlah shadaqah itu sebagai bantuan
untuk meringankan dosa
agar dimudahkan menjawab pertanyaan,
kebengisan dan gertakan malaikat munkar-nakir
di dalam kubur”.
TENTANG PERJAMUAN MAKAN
-------------------------------------
Memberikan penghormatan kepada para tamu
yang berupa jamuan ,
itu juga merupakan kebajikan
yang dianjurkan dalam Islam.
Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir,
maka janganlah menyakiti tetangganya.
Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir,
hendaknya menghormati tamunya….”
(HR Muslim).
Seorang tamu yang keperluannya hanya sekedar bersilaturrahmi
atau ngobrol saja harus diterima
dan dijamu dengan baik,
Apalagi tamu yang datang dan diundang
untuk mendoakan keluarga kita di akhirat,
sudah sepantasnya
lebih dihormati dan diperhatikan.
Hanya saja...,
kemampuan finansial
tetap harus menjadi prioritas utama,
sehingga tidak boleh memaksakan diri
untuk memberikan jamuan yang berlebihan
dalam acara tahlilan,
apalagi sampai berhutang ke sana ke mari.
(atau kredit pada BCA (Bank Cicilan Ajeg / tetap)
yang cicilan-nya tiap hari...
hehehe
kikuk kikuk....)
Dalam kondisi seperti ini,
sebaiknya perjamuan dalam Tahlilan
diadakan secara sederhana
atau ala kadarnya,
atau se-kadarnya saja.
-----------------
Wallahu A`lam

Sabtu, 27 Juni 2015

RUGI TIDUR BAKDO SUBUH

Bismillah, wasshalatuwassalaamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi waman tabi’ahu biihsan ila yaumiddiin…

Ramadan telah tiba kita bersyukur kepada Allah ta’ala karena diberi kesempatan untuk bertemu dengan  bulan yang mulia ini dan menimba pahala yang banyak di dalamnya, karena itu, hendaknya kita manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Hanya saja ada satu kebiasaan buruk yang menjamur, terutama di bulan Ramadhan. Kebiasaan itu adalah tidur di waktu pagi. Ada banyak hal yang menjadi sebab kita tidur pagi. Diantaranya karena sebagian kita tidak terbiasa bangun untuk sahur atau karena sahur terlalu dini di tengah malam atau karena makan sahur terlalu banyak, dan sebab lainnya. Lalu  apakah kerugian tidur diwaktu pagi? Mari kita simak  tulisan barikut.

Kehilangan barakah pagi hari

Sebagaimana terdapat dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Abu Daud dan lainnya dari hadis Sakhr bin Wada’ah al Ghamidi radliyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.¹

Bisa ketinggalan waktu shalat subuh

Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.

Menyelisihi kebiasaan para salaf

Sebagian ulama salaf membenci tidur setelah shalat subuh.

Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”

Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].

Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui kemudian mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).

Skakhr al Ghamidi mengatakan, “Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengirim pasukan perang adalah mengirim mereka di waktu pagi”.

Shakhr al Ghamidi adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Akhirnya beliau pun menjadi kaya dan mendapatkan harta yang banyak. Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah namun ada salah satu perawi yang tidak diketahui. Akan tetapi hadits ini memiliki penguat dari Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dll.²

Membuat malas dan melemahkan badan

Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

SEMOGA BERMANFAAT






Kamis, 18 Juni 2015

KEGEMBIRAAN MENYAMBUT RAMADHAN

Abu Umamah meriwayatkan,“Aku datang kepada Rasulullah dan bertanya: ‘Perintahkanlah aku untuk melaksanakan suatu perbuatan yang akan membawaku ke surga, Rasul Menjawab, ‘Lakukanlah puasa, karena tidak ada satupun (amal) yang menyamainya” (HR. Ahmad, al-Nasa’i, dan al-Hakim).

Alhamdulillah hari ini kita puasa.  Inilah bulan yang dinantikan, berlimpah berkah, rahmah, dan magfirah Gempita suka cita Ramadhan bertabur di mana-mana. Ramadhan begitu hangat, syahdu, dan dengan erat membalut perasaan hati kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Inilah bulan yang dirindukan, menyapa kita semua.

“Apabila Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibukakan lebar-lebar, pintu-pintu neraka dikunci rapat-rapat dan setan-setan dibelenggu erat-erat” (HR. Muslim). Hadits ini memberikan gambaran bahwa Allah memberikan kemudahan dan peluang untuk memperbanyak ibadah kepada-Nya.  Karena itu Allah menuntut kesungguhan kita,  sebab kendati setan-setan telah dibelenggu dan pintu surga dibuka lebar-lebar akan menjadi tidak berarti kalau kita belum membelenggu ‘setan-setan’  di dalam hati kita sendiri. Pintu surga yang menganga justru kita tutup kembali rapat-rapat.

Setan di dalam hati kita itu adalah kesombongan, merasa paling berjasa, kaya, pintar, berpengaruh, suka memaki, menghina, dan menyepelekan kemampuan orang lain. Tepat, kalau Nabi mengatakan, “Barangsiapa tidak bisa meninggalkan perkataan kotor dan perbuatan kotor (selama berpuasa), maka Allah tidak sedikitpun menginginkan dia untuk meninggalkan makan dan minum (berpuasa)” (HR. Bukhari).

Sejatinya, kegembiraan kita menyambut puasa harus dibuktikan dengan memperbanyak ibadah. Sedetik pun di bulan ini tak ingin kita lewatkan sebab Ramadhan adalah momentum tak tergantikan. Rasulullah mengingatkan, bahwa hari-hari di bulan puasa adalah hari-hari paling utama. Jam-demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Bahkan, kata Baginda Nabi, desah nafas kita bernilai tasbih, tidur kita ibadah, dan semua permohonan akan dikabulkan. Mudahnya, Ramadhan jangan sampai berlalu dengan sia-sia.

Kita semua menyimpan harapan terhadap Ramadhan tahun ini. Harapan untuk menjadi pribadi yang suci diri, bertabiat baik, selalu taat, dan mampu menemukan kembali jati diri dan harga diri sebagai manusia. Kalau ramadhan-ramadhan yang pernah datang belum bisa memberikan perubahan dan perbaikan, maka ramadhan tahun ini harus menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa. Sebab itulah tujuan tertinggi puasa. Sebagaimana pernyataan Tuhan, “Wahai orqng-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas mereka sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS. al-Baqarah/2:183)

Ayat ini jelas mengarahkan manusia beriman untuk menjadi manusia bertakwa. Caranya dengan berpuasa. Tetapi kita pun harus tahu diri, takwa bukan semata  perolehan yang diberikan Allah begitu saja.  Untuk menjadi takwa perlu perjuangan dan pengorbanan. Selain secara fisik menahan lapar, dahaga, dan seks sejak Subuh hingga Maghrib pada malam hari kita diminta untuk berpayah-payah tadarus al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, baik tarawih maupun qiyamul lail. Inilah janji Nabi, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mencari ridha Allah, maka Allah akan mengampuni  dosa-dosanya yang telah lampau”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bertakwa bukan hanya saat berpuasa, tapi kapanpun dan di manapun. Begitu pula kebaikan-kebaikan yang kita tanam di bulan ini, seyogyanya mampu mengawal keperibadian dan tingkah laku kita dalam sebelas bulan ke depan. Siapapun kita, sebagai muslim, harus gembira menyambut puasa. Tidak hanya berlapar-lapar dan dahaga, sebab itu semua tidak bakal menyampaikan kita pada takwa. Bahkan, kata sebagian ulama sufi, puasa model itu adalah puasa yang kekanak-kanakan.

Mari kita puasakan juga mata, telinga, hidung, mulut, kaki, tangan, kemaluan, dan hati agar kita dicintai-Nya.

_________________________________

Penulis H. KUSAIRI AMIN

google .com

Selasa, 16 Juni 2015

MAKNA RAMADHAN

Apa arti " Ramadhan "?

Apa  arti " Ramadhan "?   Apa arti " Ramadhan "? Mengapa bulan suci umat Islam , Ramadhan , disebut demikian?

Ramadan adalah " Penghulu Bulan "

" Ramadhan adalah ( bulan) diturunkannya  Al Qur'an , sebagai panduan untuk umat manusia , juga tanda yang jelas  untuk bimbingan dan penilaian ( Antara benar dan salah ) . Selanjutnya ,jika  salah seorang dari kamu mencapai bulan itu,maka ia harus berpuasa . " ( Al Baqarah 185 )

Ramadhan, bulan ke-9  dalam kalender  Islam , adalah bulan yang paling penting dan suci bagi umat Islam . Ayat-ayat pertama Al-Qur'an diturunkan pada bulan ini . Allah (swt ) ingin Muslim untuk menunaikan puasa pada bulan ini dan seperti yang dinyatakan dalam hadits ,Allah (SWT) memberikan lebih banyak pahala untuk ibadah dan rahmat di bulan ini . Para fuqoha  mengatakan bahwa Ramadhan  adalah sebuah bulan yang berlimpah dan mulia yang dapat membuat seorang Muslim , yang menghargai dan menghabiskan waktu dengan ibadah , memperoleh pahala sebanyak pahala ibadah 80 tahun .

  Ramadhan berarti " membakar "

Ramadhan, nama bulan ke-9 dalam kalender Islam , adalah kata Arab yang berasal dari kata dasar " Ramda " . " Ramad " semakin panas karena panas yang terus menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut " Ramda " . Jadi Ramadhan artinya " membakar " , " untuk membakar karena berjalan  telanjang kaki  di tanah yang hangus " .

Alasan mengapa bulan suci ini disebut " Ramadhan " adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar  dosa- dos. ( Elmalılı Hamdi Yazir )

  Ramadhan berarti " hujan "

Ramadhan berasal dari kata dasar " Ramadiyu " yang berarti " hujan " yang terlihat pada akhir musim panas , pada awal musim gugur dan membersihkan bumi dari debu . Seperti hujan  yang mencuci permukaan bumi , bulan Ramadhan mensucikan orang beriman dari dosa dan membersihkan hati mereka . ( Elmalılı Hamdi Yazir )

  Diceritakan bahwa Ramadhan adalah salah satu dari " Asma (Nama) Allah Yang Indah "

Anas Bin Malik meriwayatkan dari  Nabi Muhammad (saw)  Yang tercinta bahwa " Jangan panggil ( bulan suci ) hanya" Ramadhan " . Seperti Allah (swt ) menyebut " syahr -i Ramadhan " ( bulan Ramadhan ) , kamu juga menyebut demikian. (HR Bukhari )
google.com by mbah gumul kusairi

Rabu, 10 Juni 2015

MENUJU KESADARAN INTELEGENSIA

Seseorang yang merasa dirinya lebih hebat dari orang lain adalah orang yang masih pada tahapan kesadaran badan....
Jika seseorang berpuasa karena sesuatu berarti ia belum sampai pada tingkat kesadaran makna puasa. Orang yang masih pada tingkat kesadaran seperti ini sangat pantas dikasihani. Tapi juga tidak salah. Tiada yang salah. Semua mesti melakoni tahapan pembelajaran. Sesungguhnya di dunia ini memang tempat untuk belajar.
Seseorang yang menyadari bahwa kita berada di dunia ini untuk belajar tidak akan mencela atau merendahkan orang lain. Bukankah sering kita berkata bahwa sesama bis kota dilarang saling mendahului? Seseorang yang merasa dirinya lebih hebat dari orang lain adalah orang yang masih pada tahapan kesadaran emosi.  Bahkan mungkin masih berada di tahap kesadaran badan.

Baik kesadaran badan maupun emosi masih belum stabil. Bagaikan awan di langit. Kadang ada kadang tidak. Yang tetap eksis adalah langit. Awan bagaikan hijab. Ketika awan tersingkap, terlihatlah langit berwarna biru. Dan ternyata warna langit biru itupun karena keterbatasan pandangan mata.
Demikian juga rasa takut sesungguhnya hanya bayangan kita saja. Keterbatasan pengetahuan membuat diri kita merasa takut. Bukankah ini ilusi ciptaan kita sendiri juga? Jika kita bisa memahami bahwa ketakutan adalah awan ciptaan kita sendiri, saat itu kita sudah melangkah lebih tinggi.
Langit biru itupun sesungguhnya hanya ada karena keterbatasan pandangan mata. Selama ini kita selalu diberitahu  bahwa langit itu ada. Tapi kita tidak pernah mendalami apakah benar langit ada? Pemahaman tentang Tuhan juga konsep manusia. Konsep ketuhanan ciptaan manusia terjadi karena keterbatasan pandangan atau pengetahuan manusia.
Bagi manusia yang dianugerahi neo cortex atau otak manusia seharusnya melangkah kan pikirannya pada sesuatu yang lebih tinggi. Dalam tempurung kepala manusia ada dua otak. Limbik atau otak hewaniah dan neo cortex. Bagian terakhir inilah yang bisa memahami konsep ketuhanan atau inteljensia.

Limbik berurusan dengan intelek. Intelek selalu mempertimbangkan untung rugi. Ia belum memikirkan hal yang memuliakan jiwa. Bagian ini sangat reaktif. Hewan pun demikian. Sangat reaktif. Disinilah letak ketakutan tersebut.
Neo cortex atau intelegensi bersifat responsif. Selalu menimbang apakah tindakan nya perlu dilakukan atau tidak. Sifat intelegensia selalu menimbang apakah tindakan nya bersifat memuliakan jiwa atau tidak. Tiada lagi ketakutan berdasarkan penilaian orang.
Mari kita berlatih agar bisa melampaui rasa takut. Saatnya melangkah ke tahapan intelejensia.  Tinggalkan area Limbik, Otak hewaniah

Rabu, 03 Juni 2015

MAJELIS ROTIB DAN SHOLAWAT ( ROSHO )

Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan kita karunia semoga Allah Swt memeberkahi majelis ROTIB DAN SHOLAWAT ( ROSHO ) dan memberkahi perkumpulan ini yang di dirikan untuk mengenal syariat – syari’at Allah Swt dan khususnya yang membawa syari’at tersebut.
Kita juga bershalwat kepada baginda Nabi besar Muhammad Saw di majelis ini dan semoga Allah Swt merahmati orang yang mendirikan majelis ini yaitu Al Habib HUSEN BIN ABU BAKAR BA'ABUD  , Majelis ini bertujuan untuk mwmbimbing para pemuda pemudi agar cinta kepada baginda  ROSULULLOH MUHAMMAD SAW  dàn juga untuk menyebarkan agama Allah Swt dengan hikmah dan dengan mau’idhatil hasanah yang dulu pernah terjadi dan saat ini mulai kembali di perbaharui dan kita melihat di wajah – wajah kita semua yang begitu penuh dengan cinta kepada Allah Swt dan kepada baginda Nabi besar Muhammad Saw,

Selagi kita dan orang tua kita, juga  anak anak kita  menjaga majelis semacam ini dan selalu mengangkat suara untuk bershalawat kepada baginda nabi besar Muhammad Saw ini akan menampakan syari’at baginda Nabi besar Muhamamd Saw jika hal ini tampak di tengah tengah kita maka kebaikan akan terus ada pada umat ini, akan terus ada pada negeri ini dan hal ini adalah yang di lakukan oleh para salafu shaleh sebelum kita , dan dengan majelis seperti ini akan turun rahmat ,akan turun kasih sayang dan kecintaan kepada sesama kita dan kaum muslimin juga akan tersebar kepada seluruh kaum muslimin

Majelis ROSHO yang di dalamnya di bacakan ROTIBUL HADAD yang bisa membentengi ASWAJA dari pengaruh SYI"AH DAN KAUM LIBERAL
sirah dan maulid SIMTHU DURROR yang berisi puji2an terhadap nabi besar Muhammad SAW terus berlanjut .

Allah Swt berfirman tidaklah aku utus engkau ya Muhammad Rasulullah Saw yaitu untuk rahmat semua alam dan tersebarnya syari’atnya Nabi Muhammad Saw dengan kita banyak membaca sirah nabi Muhammad dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw seperti yang di adakan di majelis ini ,

majelis – majelis seperti ini hendaknya harus tersebar di mana – mana agar semua manusia mengenal siapa baginda Nabi Muhammad Saw , bagimana akhlak beliau , bagaimana kepribadian beliau Saw dengan mengenal baginda Nabi Muhammad Saw maka akan tersebar agama baginda Nabi besar Muhammad Saw , dan keberkahan majelis – majelis seperti ini adalah mereka yang mendengarkan , bagi mereka yang melihat , bagi mereka yang hadir atupun melihat gambar dengan melihat hal – hal yang seperti ini, hal tersebut dapat menjaga mereka , bahkan menjaga perkumpulan mereka dari peperangan yang kita ketahui saat ini dan mereka akan terhindar dari semua musibah juga akan terhidar dari hal yang  tidak mencintai nabi besar Muhammad Saw.
Apa yang kita perlihatkan dengan MAJELIS ROTIB DAN SHOLAWAT seperti ini? , ini adalah sebuah gambaran akan kecintaan kita kepada baginda nabi besar Muhammad Saw, kerinduan kita terhadap beliau dan ini juga adalah gambaran bagaimana kita mencintai Allah dan Rasulnya Nabi Muhammad Saw , dan nabi Muhammad Saw menganjurkan kita agar kita selalu mengenal bagaimana sosok Nabi Muhammad Saw ,bagaimana akhlak nabi Muhammad Saw, bagaimana dakwahnya Nabi Muhammad Saw, bagaimana perjalanan baginda nabi Muhammad Saw dan kita hendaknya mengikuti langkah tersebut yaitu langkah Nabi besar Muhammad Saw

Nabi  Muhammad Saw betkata kepada para sahabatnya beliau mengatakan aku adalah orang yang paling baik di antara yang baik, aku dilahirkan sebab pernikahan dan terbebas dari zina sampai nabi Adam A.s dan aku adalah akhir para bapak ‘’
Nabi Saw datang kepada kita mengajarkan perkara – perkara yang baik , perkara – perkara yang benar sehingga kita tidak lagi mengikuti langkah – langkah orang sebelum kita yaitu jalan jahiliyah yang mana mereka melakukan hal – hal yang di larang oleh Allah Swt

dengan mengingat Rasululloh Saw kita di ingatkan  ke khususan nabi Muhammad Saw tentang ke sucian Nabi Muhammad Saw , kesucian hati dan sabda2nya  dari hal tsb  bisa membuat kita terhidar dari perbuatan zina , perbuatan homo sexsual , dan perbuatan – perbuatan yang menjauhkan kita dari Alloh SWT

KEAGUNGAN ALLOH

Betapa agung ciptaan Allah. Lihatlah pepohonan , yang menyiapkan diri pada musim gugur untuk menghadapi puasa mereka nanti di musim dingin. Sedikit demi sedikit dikuranginya zat hijau daun, sedikit demi sedikit dibatasinya kegiatan memasak dan memakan. Maka ketika mereka menahan diri itu, Allah menampakkan keindahan. Maka ketika mereka mengurangi kegiatan duniawinya; kejelitaannya merona; dedaunnya berubah warna, menguning, memerah, membiru, mengungu. Atau bahkan ada yang daunnya gugur tak bersisa, hingga tampak kegagahan rantingnya. “Tidaklah berguguran sehelai daun pun melainkan Dia (Allah) mengetahuinya." (QS Al An’aam: 59) Semoga demikianpun kita dalam bulan Sya'ban ini; menyiapkan diri menyambut puasa Ramadhan yang terrindu; maka Allah memperrindah kita, hingga layak memasuki sang bulan agung dengan iman yang menyala, puasa yang sempurna, qiyam yang syahdu sahaja; hingga diampuniNya segala dosa, dan dipanggil Ar Rayyan memasuki surga.

Minggu, 31 Mei 2015

HATI ADALAH PUSAT PERUBAHAN


Oleh H. KUSAIRI AMIN S.Pd M.Pd

Tidaklah akan istiqomah iman seorang hamba sampai istiqomah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sampai istiqomah lisannya (H.R Ahmad, dihasankan oleh Syaikh al-Albany dalam Shahih atTarghib wat Tarhiib)

Apa pun tindakan Anda, akan berdasarkan keimanan Anda atau apa yang Anda percayai. Kualitas dan arah tindakan Anda tergantung kepercayan-kepercayaan yang Anda miliki. Sementara keberhasilan kita adalah buah dari tindakan. Jadi, jika ingin mengubah hasil, Anda harus mengubah tindakan-tindakan Anda, dan Anda bisa mengubah tindakan-tindakan Anda jika Anda mengubah iman atau kepercayaan Anda.

Dalam hadits diatas dikatakan bahwa untuk  mengubah iman, maka kita harus mengubah hati kita. Jika hati kita baik, maka semuanya akan baik sebagaimana dijelaskan melalui hadits ini:

Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu bagaimana cara mengubah hati?

Lalu, bagaimana cara mengubah hati? Masih melalui hadits diatas, bahwa tidak akan sitiqomah hati jika lisannya tidak istiqomah. Artinya cara mengubah hati itu diantaranya adalah mengubah lidah kita. Misalnya membaca Al Quran, dzikr, dan berkata baik.

Cara mengubah hati dikenal dengan ilmu Tazkiyatun Nafs. Sudah banyak buku-buku yang ditulis para ulama tentang ini, termasuk yang ditulis oleh Imam Ghazali, Ibnul Qoyyim, dan berbagai buku yang ditulis ulang oleh ulama-ulama masa kini. Silahkan Anda cari, kemudian baca dan aplikasikan jika Anda peduli dengan hati Anda.

Senin, 20 April 2015

KEBERSAMAAN ITU INDAH

KEBERSAMAAN ITU INDAH

Oleh Kusairi Amin

Manusia adalah makhluk sosial yang sejatinya selalu memiliki ketergantungan dengan manusia lain. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Susah, senang, gembira, bahagia adalah bentuk rasa yang didapat manusia dalam hubungannya dengan manusia lain. Sejatinya manusia selalu memiliki kesempatan untuk meraih kebahagiaan dengan bantuan dari orang lain.

Manusia hidup di dunia untuk saling mengenal dan berpasang-pasangan. Memang tidak mudah menyatukan karakter manusia yang begitu beragam perbedaannya. Egoisme atau sikap individualistis merupakan alasan utama mengapa manusia sukar sekali sekali untuk berkumpul dan bersatu dalam keharmonisan kebersamaan. Perbedaan sudut pandang dan pemikiran merupakan sebuah hal yang wajar dan lumrah terjadi. Kita sebagai manusia tidak dapat mengambing hitamkan hal tersebut sebagai faktor perpecahan di antara kita bukan?

Cobalah tengok jika Anggrek dan inangnya pun dapat hidup berdampingan dengan perbedaan karakter dasar yang menonjol. Hal tersebut semestinya dapat kita jadikan sebagai sebuah analogi yang mencerahkan jika hidup kita ini harus dapat selalu saling mengisi dan melengkapi segala kelebihan dan kekurangan di antara kita.

Bukankah hidup yang indah, nyaman, dan tentram penuh keharmonisan dengan sesama merupakan sesuatu yang indah?
Untuk itu, marilah kita mulai mencoba berbenah diri. Bukalah kembali cara pandang kita terhadap orang lain agar kita dapat bersikap lebih dewasa dalam menerima, menghargai, dan menghormati segala perbedaan yang ada. Ajaklah diri untuk berbagi. Kuatkan niat hati untuk terus merendahkan hati karena semua akan terasa indah dan membahagiakan jika kita mampu bersama-sama untuk hidup berdampingan penuh keharmonisan.

MENGGAPAI RIDHO ALLOH

MENGGAPAI RIDHO ALLOH

Oleh  Kusairi Amin

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Maukah kalian Aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada Shalat dan Saum?" Sahabat menjawab, "Tentu saja!" Rasulullah menjelaskan, "Engkau damaikan yang bertengkar, menyambung persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah diantara mereka (semua itu) adalah Amal Shaleh yang besar pahalanya. Barangsiapa ingin diperpanjang usianya, dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambung tali persaudaraan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Renungan……!!!

Maukah kita mendapatkan syafa'at dan ridha dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala…?

Semoga kita bisa menjalankan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alihi Wasallam diatas sahabat BTAA-ku fillah. InsyaAllah semua akan diberi kemudahan. Aamiin.

Wallahu A'lam Bish-shaawab.

KARYÀ INOVATIF

KARYA INOVATIF

Oleh Kusairi Amin

3.1 Menemukan Teknologi Tepat guna (Membuat karya sains/ teknologi )
3.2. Menciptakan Karya Seni
3.3 Membuat/ memodifikasi alat pelajaran/ peraga/ praktikum
3.4 Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnya

ARTI KARYA INOVATIF (Yang Memiliki Sifat Pembaharuan)
Membuat atau menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya
Memperbaharui sesuatu yang sudah ada sebelumnya

LATAR BELAKANG
Menghargai hasil karya guru selain Publikasi Ilmiah yang bermanfaat untuk pendidikan atau masyarakat

perbedaan Karya Inovatif dengan Publikasi Ilmiah?
Yang dinilai adalah : hasil karya berupa “barang” tertentu, yang dapat dikirimkan atau tidak dapat dikirimkan dan diwakili oleh foto atau film yang dikirimkan
Penilaian melalui Laporan Pembuatan/Penciptaan dan Penggunaan

3.1. menemukan teknologi tepat guna
Karya sain yang digunakan di SEKOLAH
Memudahkan pembelajaran/pendidikan
Media pembelajaran, dll
Bermanfaat dan ada unsur inovasi/memodifikasi

Kriteria teknologi tepat guna
Kompleks :
Inovasi tinggi, sulit, alur kerja rumit, modifikasi tinggi AK 4
Sederhana :
Inovasi rendah, kurang sulit, sederhana AK 2

Jenis karya sains
Media pembelajaran/bahan ajar interaktif berbasis komputer (untuk setiap standar kompetensi atau beberapa kompetensi dasar )
Program aplikasi komputer (untuk setiap aplikasi)
Alat/mesin bagi pendidikan atau masyarakat (untuk setiap unit alat/mesin)
Bahan tertentu hasil penemuan baru atau modifikasi (untuk setiap jenis bahan)
Konstruksi untuk keperluan bidang pendidikan atau kemasyarakatan (untuk setiap konstruksi)
Hasil eksperimen/percobaan sains/ teknologi (untuk setiap hasil eksperimen)

Bukti fisiknya LAPORAN tentang
cara pembuatan dan penggunaan alat/mesin, dilengkapi dengan gambar/foto karya teknologi tersebut dan lain-lain yang dianggap perlu.

cara pembuatan dan penggunaan media pembelajaran/bahan ajar interaktif berbasis komputer , dilengkapi dengan hasil pembuatan media pembelajaran/bahan ajar tersebut dalam cakram padat (compact disk/CD).

Laporan hasil eksperimen/percobaan sains/teknologi , dilengkapi dengan uraian persiapan, pelaksanaan dan hasil eksperimen/ percobaan, dan foto saat melakukan eksperimen.

Lembar Pengesahan/Pernyataan dari Kepala Sekolah bahwa karya teknologi tersebut dipergunakan di sekolah atau di lingkungan masyarakat.

Format Laporan yang berupa Alat/Bahan/Konstruksi/Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Halaman judul
Halaman pengesahan oleh kepala sekolah.
Kata pengantar pembuat.
Daftar isi laporan
Daftar gambar
Nama Karya
Tujuan
Manfaat
Rancangan/desain karya dilengkapi dengan gambar rancangan atau diagram alir serta daftar dan foto alat dan bahan yang digunakan).
Prosedur pembuatan karya (dilengkapi dengan foto pembuatan
Penggunaan karya (dilengkapi dengan foto penggunaan).

Format Laporan yang berupa Eksperimen/ Percobaan Sains/Teknologi

Halaman judul
Halaman pengesahan oleh kepala sekolah.
Kata pengantar pembuat.
Daftar isi laporan
Daftar gambar
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan
C. Manfaat
BAB II : LANDASAN TEORI
BAB III : PROSEDUR DAN HASIL EKSPERIMEN
A. Persiapan Eksperimen
B. Pelaksanaan Eksperimen
BAB IV : SIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN :

3.2. menciptakan karya seni
Definisi : ekpresi nilai/gagasan melalui berbagai medium

Diakui oleh masyarakat : dipertunjukkan, diterbitkan, dipamerkan, minimal tk kabupaten/kota

Jenisnya…
Penilaian jenis karya seni ditekankan kepada penciptaan karya seni secara perorangan atau kolektif, bukan pengulangan atau peniruan.

DEFINISI
proses perefleksian nilai-nilai dan gagasan manusia yang diekspresikan secara estetik dalam berbagai medium seperti rupa, gerak, bunyi, dan kata.

Jenis
1. seni sastra (novel, kumpulan cerpen, kumpulan puisi, naskah drama/teater/film),
2. seni rupa (a.l.: keramik kecil, benda souvenir, lukisan, patung, ukiran, keramik ukuran besar, baliho, busana),
3. desain grafis (a.l.: sampul bu

Minggu, 19 April 2015

ETIKA SEORANG PEMIMPIN

ETIKA SEORANG PEMIMPIN

Etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu, memutuskan pat yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi. Sedangkan tanggung jawab adalah kesiapan seseorang dalam menerima tugas dan kewajiban yang diberikan kepadanya.
Untuk menjadi seorang pemimpin wajib bagi dirinya untuk memiliki etika dalam berorganisasi dan berinteraksi dengan orang yang dipimpinnya dan juga seorang pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajibannya atau tugasnya serta terhadap yang dipimpinnya.
Tanggung jawab kepemimpinan menjelaskan tentang adanya penaggungjawaban yang ditanggungkan kepada soerang pemimpin yang bersifat menyeluruh. Untuk memahami penanggungjawaban seorang pemimpin ini.

Pertama, pemimpin sejati harus menyadari akan tanggung jawabnya secara menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui untuk apa ia berada dengan tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab, pertanggungjawaban kepemimpinan yang ada padanya.

Kedua, pemimpin harus harus menyadari bahwa ia memilik kapasitas utuh disertai kemampuan dan kehandalan dengan visi, misi dan fokus yang jelas untuk bekerja. Tahu bagaimana bekerja efektif, efisien dan sehat, guna memimpin yang membawa keuntungan besar bagi organisasi seperti bawahan, staf, dan pemimpin dan lingkungan dimana kepemimpinan dijalankan.

Ketiga, pemimpin harus menerima pemercayaan dalam penanggungjawaban kepemimpinan ini dan bertekad kuat mengamalkan tanggung jawab dalam mengelola sikap serta perilaku berkualitas, dalam memanajemeni, fokus pada sasaran berhasil, melalui upaya memimpin secara berkualitas.
Disamping itu, seorang pemimpin juga harus menjalankan kepemimpinan dan tanggung jawabnya dengan beretika. Sehingga didapatlah pemimpin yang memiliki integritas serta kinerja yang baik di mata orang-orang yang dipimpinnya.

Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik.
Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut.
Ada beberapa pendapat yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini:

a. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda). Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.

b. Berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik.

c. Berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.

d. Berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin yang memiliki etika, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.

e. Berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif.