Pages

Sabtu, 27 Juni 2015

RUGI TIDUR BAKDO SUBUH

Bismillah, wasshalatuwassalaamu ‘ala rasulillah wa ‘ala aalihi waman tabi’ahu biihsan ila yaumiddiin…

Ramadan telah tiba kita bersyukur kepada Allah ta’ala karena diberi kesempatan untuk bertemu dengan  bulan yang mulia ini dan menimba pahala yang banyak di dalamnya, karena itu, hendaknya kita manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin. Hanya saja ada satu kebiasaan buruk yang menjamur, terutama di bulan Ramadhan. Kebiasaan itu adalah tidur di waktu pagi. Ada banyak hal yang menjadi sebab kita tidur pagi. Diantaranya karena sebagian kita tidak terbiasa bangun untuk sahur atau karena sahur terlalu dini di tengah malam atau karena makan sahur terlalu banyak, dan sebab lainnya. Lalu  apakah kerugian tidur diwaktu pagi? Mari kita simak  tulisan barikut.

Kehilangan barakah pagi hari

Sebagaimana terdapat dalam Sunan Tirmidzi dan Sunan Abu Daud dan lainnya dari hadis Sakhr bin Wada’ah al Ghamidi radliyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi hari mereka”. Ini adalah doa yang agung yang  Rasulullah panjatkan agar umatnya memberi perhatian yang besar kepada waktu pagi.¹

Bisa ketinggalan waktu shalat subuh

Tidak sedikit dari kita tidur setelah sahur sehingga hal ini bisa menyebabkan ketinggalan jamaah shalat subuh (bagi laki-laki) atau bahkan kehilangan waktu shalat subuh.

Menyelisihi kebiasaan para salaf

Sebagian ulama salaf membenci tidur setelah shalat subuh.

Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”

Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].

Yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat adalah setelah mereka melaksanakan shalat subuh  mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui kemudian mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).

Skakhr al Ghamidi mengatakan, “Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengirim pasukan perang adalah mengirim mereka di waktu pagi”.

Shakhr al Ghamidi adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Akhirnya beliau pun menjadi kaya dan mendapatkan harta yang banyak. Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah namun ada salah satu perawi yang tidak diketahui. Akan tetapi hadits ini memiliki penguat dari Ali, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dll.²

Membuat malas dan melemahkan badan

Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

SEMOGA BERMANFAAT






Kamis, 18 Juni 2015

KEGEMBIRAAN MENYAMBUT RAMADHAN

Abu Umamah meriwayatkan,“Aku datang kepada Rasulullah dan bertanya: ‘Perintahkanlah aku untuk melaksanakan suatu perbuatan yang akan membawaku ke surga, Rasul Menjawab, ‘Lakukanlah puasa, karena tidak ada satupun (amal) yang menyamainya” (HR. Ahmad, al-Nasa’i, dan al-Hakim).

Alhamdulillah hari ini kita puasa.  Inilah bulan yang dinantikan, berlimpah berkah, rahmah, dan magfirah Gempita suka cita Ramadhan bertabur di mana-mana. Ramadhan begitu hangat, syahdu, dan dengan erat membalut perasaan hati kita dengan penuh cinta dan kasih sayang. Inilah bulan yang dirindukan, menyapa kita semua.

“Apabila Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibukakan lebar-lebar, pintu-pintu neraka dikunci rapat-rapat dan setan-setan dibelenggu erat-erat” (HR. Muslim). Hadits ini memberikan gambaran bahwa Allah memberikan kemudahan dan peluang untuk memperbanyak ibadah kepada-Nya.  Karena itu Allah menuntut kesungguhan kita,  sebab kendati setan-setan telah dibelenggu dan pintu surga dibuka lebar-lebar akan menjadi tidak berarti kalau kita belum membelenggu ‘setan-setan’  di dalam hati kita sendiri. Pintu surga yang menganga justru kita tutup kembali rapat-rapat.

Setan di dalam hati kita itu adalah kesombongan, merasa paling berjasa, kaya, pintar, berpengaruh, suka memaki, menghina, dan menyepelekan kemampuan orang lain. Tepat, kalau Nabi mengatakan, “Barangsiapa tidak bisa meninggalkan perkataan kotor dan perbuatan kotor (selama berpuasa), maka Allah tidak sedikitpun menginginkan dia untuk meninggalkan makan dan minum (berpuasa)” (HR. Bukhari).

Sejatinya, kegembiraan kita menyambut puasa harus dibuktikan dengan memperbanyak ibadah. Sedetik pun di bulan ini tak ingin kita lewatkan sebab Ramadhan adalah momentum tak tergantikan. Rasulullah mengingatkan, bahwa hari-hari di bulan puasa adalah hari-hari paling utama. Jam-demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Bahkan, kata Baginda Nabi, desah nafas kita bernilai tasbih, tidur kita ibadah, dan semua permohonan akan dikabulkan. Mudahnya, Ramadhan jangan sampai berlalu dengan sia-sia.

Kita semua menyimpan harapan terhadap Ramadhan tahun ini. Harapan untuk menjadi pribadi yang suci diri, bertabiat baik, selalu taat, dan mampu menemukan kembali jati diri dan harga diri sebagai manusia. Kalau ramadhan-ramadhan yang pernah datang belum bisa memberikan perubahan dan perbaikan, maka ramadhan tahun ini harus menjadikan kita sebagai pribadi yang bertakwa. Sebab itulah tujuan tertinggi puasa. Sebagaimana pernyataan Tuhan, “Wahai orqng-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas mereka sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS. al-Baqarah/2:183)

Ayat ini jelas mengarahkan manusia beriman untuk menjadi manusia bertakwa. Caranya dengan berpuasa. Tetapi kita pun harus tahu diri, takwa bukan semata  perolehan yang diberikan Allah begitu saja.  Untuk menjadi takwa perlu perjuangan dan pengorbanan. Selain secara fisik menahan lapar, dahaga, dan seks sejak Subuh hingga Maghrib pada malam hari kita diminta untuk berpayah-payah tadarus al-Qur’an, memperbanyak shalat sunnah, baik tarawih maupun qiyamul lail. Inilah janji Nabi, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mencari ridha Allah, maka Allah akan mengampuni  dosa-dosanya yang telah lampau”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Bertakwa bukan hanya saat berpuasa, tapi kapanpun dan di manapun. Begitu pula kebaikan-kebaikan yang kita tanam di bulan ini, seyogyanya mampu mengawal keperibadian dan tingkah laku kita dalam sebelas bulan ke depan. Siapapun kita, sebagai muslim, harus gembira menyambut puasa. Tidak hanya berlapar-lapar dan dahaga, sebab itu semua tidak bakal menyampaikan kita pada takwa. Bahkan, kata sebagian ulama sufi, puasa model itu adalah puasa yang kekanak-kanakan.

Mari kita puasakan juga mata, telinga, hidung, mulut, kaki, tangan, kemaluan, dan hati agar kita dicintai-Nya.

_________________________________

Penulis H. KUSAIRI AMIN

google .com

Selasa, 16 Juni 2015

MAKNA RAMADHAN

Apa arti " Ramadhan "?

Apa  arti " Ramadhan "?   Apa arti " Ramadhan "? Mengapa bulan suci umat Islam , Ramadhan , disebut demikian?

Ramadan adalah " Penghulu Bulan "

" Ramadhan adalah ( bulan) diturunkannya  Al Qur'an , sebagai panduan untuk umat manusia , juga tanda yang jelas  untuk bimbingan dan penilaian ( Antara benar dan salah ) . Selanjutnya ,jika  salah seorang dari kamu mencapai bulan itu,maka ia harus berpuasa . " ( Al Baqarah 185 )

Ramadhan, bulan ke-9  dalam kalender  Islam , adalah bulan yang paling penting dan suci bagi umat Islam . Ayat-ayat pertama Al-Qur'an diturunkan pada bulan ini . Allah (swt ) ingin Muslim untuk menunaikan puasa pada bulan ini dan seperti yang dinyatakan dalam hadits ,Allah (SWT) memberikan lebih banyak pahala untuk ibadah dan rahmat di bulan ini . Para fuqoha  mengatakan bahwa Ramadhan  adalah sebuah bulan yang berlimpah dan mulia yang dapat membuat seorang Muslim , yang menghargai dan menghabiskan waktu dengan ibadah , memperoleh pahala sebanyak pahala ibadah 80 tahun .

  Ramadhan berarti " membakar "

Ramadhan, nama bulan ke-9 dalam kalender Islam , adalah kata Arab yang berasal dari kata dasar " Ramda " . " Ramad " semakin panas karena panas yang terus menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut " Ramda " . Jadi Ramadhan artinya " membakar " , " untuk membakar karena berjalan  telanjang kaki  di tanah yang hangus " .

Alasan mengapa bulan suci ini disebut " Ramadhan " adalah karena ia membakar dosa . Pada bulan Ramadhan , seorang muslim yang berpuasa menahan panas karena kelaparan dan haus dan panasnya puasa membakar  dosa- dos. ( Elmalılı Hamdi Yazir )

  Ramadhan berarti " hujan "

Ramadhan berasal dari kata dasar " Ramadiyu " yang berarti " hujan " yang terlihat pada akhir musim panas , pada awal musim gugur dan membersihkan bumi dari debu . Seperti hujan  yang mencuci permukaan bumi , bulan Ramadhan mensucikan orang beriman dari dosa dan membersihkan hati mereka . ( Elmalılı Hamdi Yazir )

  Diceritakan bahwa Ramadhan adalah salah satu dari " Asma (Nama) Allah Yang Indah "

Anas Bin Malik meriwayatkan dari  Nabi Muhammad (saw)  Yang tercinta bahwa " Jangan panggil ( bulan suci ) hanya" Ramadhan " . Seperti Allah (swt ) menyebut " syahr -i Ramadhan " ( bulan Ramadhan ) , kamu juga menyebut demikian. (HR Bukhari )
google.com by mbah gumul kusairi

Rabu, 10 Juni 2015

MENUJU KESADARAN INTELEGENSIA

Seseorang yang merasa dirinya lebih hebat dari orang lain adalah orang yang masih pada tahapan kesadaran badan....
Jika seseorang berpuasa karena sesuatu berarti ia belum sampai pada tingkat kesadaran makna puasa. Orang yang masih pada tingkat kesadaran seperti ini sangat pantas dikasihani. Tapi juga tidak salah. Tiada yang salah. Semua mesti melakoni tahapan pembelajaran. Sesungguhnya di dunia ini memang tempat untuk belajar.
Seseorang yang menyadari bahwa kita berada di dunia ini untuk belajar tidak akan mencela atau merendahkan orang lain. Bukankah sering kita berkata bahwa sesama bis kota dilarang saling mendahului? Seseorang yang merasa dirinya lebih hebat dari orang lain adalah orang yang masih pada tahapan kesadaran emosi.  Bahkan mungkin masih berada di tahap kesadaran badan.

Baik kesadaran badan maupun emosi masih belum stabil. Bagaikan awan di langit. Kadang ada kadang tidak. Yang tetap eksis adalah langit. Awan bagaikan hijab. Ketika awan tersingkap, terlihatlah langit berwarna biru. Dan ternyata warna langit biru itupun karena keterbatasan pandangan mata.
Demikian juga rasa takut sesungguhnya hanya bayangan kita saja. Keterbatasan pengetahuan membuat diri kita merasa takut. Bukankah ini ilusi ciptaan kita sendiri juga? Jika kita bisa memahami bahwa ketakutan adalah awan ciptaan kita sendiri, saat itu kita sudah melangkah lebih tinggi.
Langit biru itupun sesungguhnya hanya ada karena keterbatasan pandangan mata. Selama ini kita selalu diberitahu  bahwa langit itu ada. Tapi kita tidak pernah mendalami apakah benar langit ada? Pemahaman tentang Tuhan juga konsep manusia. Konsep ketuhanan ciptaan manusia terjadi karena keterbatasan pandangan atau pengetahuan manusia.
Bagi manusia yang dianugerahi neo cortex atau otak manusia seharusnya melangkah kan pikirannya pada sesuatu yang lebih tinggi. Dalam tempurung kepala manusia ada dua otak. Limbik atau otak hewaniah dan neo cortex. Bagian terakhir inilah yang bisa memahami konsep ketuhanan atau inteljensia.

Limbik berurusan dengan intelek. Intelek selalu mempertimbangkan untung rugi. Ia belum memikirkan hal yang memuliakan jiwa. Bagian ini sangat reaktif. Hewan pun demikian. Sangat reaktif. Disinilah letak ketakutan tersebut.
Neo cortex atau intelegensi bersifat responsif. Selalu menimbang apakah tindakan nya perlu dilakukan atau tidak. Sifat intelegensia selalu menimbang apakah tindakan nya bersifat memuliakan jiwa atau tidak. Tiada lagi ketakutan berdasarkan penilaian orang.
Mari kita berlatih agar bisa melampaui rasa takut. Saatnya melangkah ke tahapan intelejensia.  Tinggalkan area Limbik, Otak hewaniah

Rabu, 03 Juni 2015

MAJELIS ROTIB DAN SHOLAWAT ( ROSHO )

Segala puji bagi Allah Swt yang telah memberikan kita karunia semoga Allah Swt memeberkahi majelis ROTIB DAN SHOLAWAT ( ROSHO ) dan memberkahi perkumpulan ini yang di dirikan untuk mengenal syariat – syari’at Allah Swt dan khususnya yang membawa syari’at tersebut.
Kita juga bershalwat kepada baginda Nabi besar Muhammad Saw di majelis ini dan semoga Allah Swt merahmati orang yang mendirikan majelis ini yaitu Al Habib HUSEN BIN ABU BAKAR BA'ABUD  , Majelis ini bertujuan untuk mwmbimbing para pemuda pemudi agar cinta kepada baginda  ROSULULLOH MUHAMMAD SAW  dàn juga untuk menyebarkan agama Allah Swt dengan hikmah dan dengan mau’idhatil hasanah yang dulu pernah terjadi dan saat ini mulai kembali di perbaharui dan kita melihat di wajah – wajah kita semua yang begitu penuh dengan cinta kepada Allah Swt dan kepada baginda Nabi besar Muhammad Saw,

Selagi kita dan orang tua kita, juga  anak anak kita  menjaga majelis semacam ini dan selalu mengangkat suara untuk bershalawat kepada baginda nabi besar Muhammad Saw ini akan menampakan syari’at baginda Nabi besar Muhamamd Saw jika hal ini tampak di tengah tengah kita maka kebaikan akan terus ada pada umat ini, akan terus ada pada negeri ini dan hal ini adalah yang di lakukan oleh para salafu shaleh sebelum kita , dan dengan majelis seperti ini akan turun rahmat ,akan turun kasih sayang dan kecintaan kepada sesama kita dan kaum muslimin juga akan tersebar kepada seluruh kaum muslimin

Majelis ROSHO yang di dalamnya di bacakan ROTIBUL HADAD yang bisa membentengi ASWAJA dari pengaruh SYI"AH DAN KAUM LIBERAL
sirah dan maulid SIMTHU DURROR yang berisi puji2an terhadap nabi besar Muhammad SAW terus berlanjut .

Allah Swt berfirman tidaklah aku utus engkau ya Muhammad Rasulullah Saw yaitu untuk rahmat semua alam dan tersebarnya syari’atnya Nabi Muhammad Saw dengan kita banyak membaca sirah nabi Muhammad dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw seperti yang di adakan di majelis ini ,

majelis – majelis seperti ini hendaknya harus tersebar di mana – mana agar semua manusia mengenal siapa baginda Nabi Muhammad Saw , bagimana akhlak beliau , bagaimana kepribadian beliau Saw dengan mengenal baginda Nabi Muhammad Saw maka akan tersebar agama baginda Nabi besar Muhammad Saw , dan keberkahan majelis – majelis seperti ini adalah mereka yang mendengarkan , bagi mereka yang melihat , bagi mereka yang hadir atupun melihat gambar dengan melihat hal – hal yang seperti ini, hal tersebut dapat menjaga mereka , bahkan menjaga perkumpulan mereka dari peperangan yang kita ketahui saat ini dan mereka akan terhindar dari semua musibah juga akan terhidar dari hal yang  tidak mencintai nabi besar Muhammad Saw.
Apa yang kita perlihatkan dengan MAJELIS ROTIB DAN SHOLAWAT seperti ini? , ini adalah sebuah gambaran akan kecintaan kita kepada baginda nabi besar Muhammad Saw, kerinduan kita terhadap beliau dan ini juga adalah gambaran bagaimana kita mencintai Allah dan Rasulnya Nabi Muhammad Saw , dan nabi Muhammad Saw menganjurkan kita agar kita selalu mengenal bagaimana sosok Nabi Muhammad Saw ,bagaimana akhlak nabi Muhammad Saw, bagaimana dakwahnya Nabi Muhammad Saw, bagaimana perjalanan baginda nabi Muhammad Saw dan kita hendaknya mengikuti langkah tersebut yaitu langkah Nabi besar Muhammad Saw

Nabi  Muhammad Saw betkata kepada para sahabatnya beliau mengatakan aku adalah orang yang paling baik di antara yang baik, aku dilahirkan sebab pernikahan dan terbebas dari zina sampai nabi Adam A.s dan aku adalah akhir para bapak ‘’
Nabi Saw datang kepada kita mengajarkan perkara – perkara yang baik , perkara – perkara yang benar sehingga kita tidak lagi mengikuti langkah – langkah orang sebelum kita yaitu jalan jahiliyah yang mana mereka melakukan hal – hal yang di larang oleh Allah Swt

dengan mengingat Rasululloh Saw kita di ingatkan  ke khususan nabi Muhammad Saw tentang ke sucian Nabi Muhammad Saw , kesucian hati dan sabda2nya  dari hal tsb  bisa membuat kita terhidar dari perbuatan zina , perbuatan homo sexsual , dan perbuatan – perbuatan yang menjauhkan kita dari Alloh SWT

KEAGUNGAN ALLOH

Betapa agung ciptaan Allah. Lihatlah pepohonan , yang menyiapkan diri pada musim gugur untuk menghadapi puasa mereka nanti di musim dingin. Sedikit demi sedikit dikuranginya zat hijau daun, sedikit demi sedikit dibatasinya kegiatan memasak dan memakan. Maka ketika mereka menahan diri itu, Allah menampakkan keindahan. Maka ketika mereka mengurangi kegiatan duniawinya; kejelitaannya merona; dedaunnya berubah warna, menguning, memerah, membiru, mengungu. Atau bahkan ada yang daunnya gugur tak bersisa, hingga tampak kegagahan rantingnya. “Tidaklah berguguran sehelai daun pun melainkan Dia (Allah) mengetahuinya." (QS Al An’aam: 59) Semoga demikianpun kita dalam bulan Sya'ban ini; menyiapkan diri menyambut puasa Ramadhan yang terrindu; maka Allah memperrindah kita, hingga layak memasuki sang bulan agung dengan iman yang menyala, puasa yang sempurna, qiyam yang syahdu sahaja; hingga diampuniNya segala dosa, dan dipanggil Ar Rayyan memasuki surga.