Peranan
Guru Dalam Memfasilitasi Perkembangan dan Belajar Peserta Didik
Oleh :
KUSAIRI
AMIEN , S.Pd , M.Pd
A.
Peranan Guru
Guru memiliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan,
antara kemampuan:
• mendidik,
• membimbing,
• mengajar, dan
• melatih.
Keempat
kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif, antara yang satu dengan yang
lain tidak dapat dipisahkan
• Sebagai
pendidik, guru lebih banyak menjadi sosok panutan, yang memiliki nilai moral
dan agama yang patut ditiru dan diteladani oleh siswa
• Sebagai
pengajar, guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu
yang harus diampu untuk ditransfer kepada siswa.
• Sebagai pembimbing, guru juga perlu memiliki kemampuan untuk
dapat membimbing siswa, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat
mengesampingkan faktor-faktor internal dan eksternal yang akan mengganggu
proses pembelajaran, baik di dalam dan di luar sekolah.
• Kinerja
(performance) guru dapat diartikan sebagai:
“seperangkat perilaku guru yang terkait
dengan gaya mengajar, kemampuan berinteraksi dengan siswa, dan karakteristik
pribadinya yang ditampilkan pada waktu melaksanakan tugas profesionalnya
sebagai pendidik (pembimbing, pengajar, dan atau pelatih).”
• Cara yang dapat
ditempuh untuk mengevaluasi kinerja profesional seorang guru diantaranya
dilakukan dengan skala penilaian diri (self evaluation), kuesioner yang
memuat skala penilaian oleh para siswa sebagai umpan balik (feedback)
terhadap kompetensi kinerja tersebut, dan skala penilaian oleh teman sejawat (peer
evaluation).
B.
KOMPONEN KINERJA PROFESIONAL GURU
1. Gaya mengajar
Lippitt dan white
mengklasifikasikan gaya belajar itu ke dalam 3 kategori :
a) Autoritarian :
guru mengarahkan keseluruhan kegiatan program pembelajaran.
b) Demokrasi :
guru mendorong atau melibatkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan
pembelajaran dan bertukar pemikiran dalam proses pengambilan keputusan.
c) Laissez-faire :
guru tidak menetapkan tujuan, dan tidak memberikan arahan, atau aturan bagi
tingkah laku kelompok atau individu siswa.
• Louis Rubin
(ornstein, 1990) mendeskripsikan gaya mengajar ke dalam enam aspek, yaitu
sebagai berikut :
a. Explanatory
b. Inspiratory
c. Informative
d. Corrective
e. Interactive
f.
Programmatic
2. Kemampuan
Berinteraksi dengan Siswa
a. Komunikasi
Verbal
Perilaku verbal
(verbal behaviors) dasar, yang dinamai juga dengan “moves” ke dalam empat
jenis, yaitu sbg :
1) Structuring
moves
2) Soliciting
moves
3) Responding
moves
4) Reacting moves
b. Komunikasi
Non-verbal
10 jenis komunikasi
nonverbal dari 225 guru di 45 sekolah, yaitu :
1) Senyum
2) Kontak mata
3) Menganggukkan
kepala
4) Gesture
5) Jarak interaksi
6) Sentuhan
7) Gerakan tubuh
8) Berpakaian yang
rapih dan bersih
9) Sikap
10) Pengaturan
tempat

Referensi
• Suparlan, M.Ed.
2011. Menjadi Guru Efektif.
Jakarta: PT. Hikayat
• Yusuf, Syamsu.
2011. Perkembangan peserta Didik. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar