Pages

Senin, 10 Desember 2012

Perkembangaan dan Belajar peserta didik

Peranan Guru Dalam Memfasilitasi Perkembangan dan Belajar Peserta Didik
Oleh :
KUSAIRI AMIEN , S.Pd , M.Pd 

A.      Peranan Guru
Guru memiliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tidak terpisahkan, antara kemampuan:
        mendidik,
       membimbing,
       mengajar, dan
       melatih.
                                Keempat kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif, antara yang satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan
       Sebagai pendidik, guru lebih banyak menjadi sosok panutan, yang memiliki nilai moral dan agama yang patut ditiru dan diteladani oleh siswa
       Sebagai pengajar, guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang harus diampu untuk ditransfer kepada siswa.
       Sebagai pembimbing, guru juga perlu memiliki kemampuan untuk dapat membimbing siswa, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat mengesampingkan faktor-faktor internal dan eksternal yang akan mengganggu proses pembelajaran, baik di dalam dan di luar sekolah.
       Kinerja (performance) guru dapat diartikan sebagai:
“seperangkat perilaku guru yang terkait dengan gaya mengajar, kemampuan berinteraksi dengan siswa, dan karakteristik pribadinya yang ditampilkan pada waktu melaksanakan tugas profesionalnya sebagai pendidik (pembimbing, pengajar, dan atau pelatih).”
       Cara yang dapat ditempuh untuk mengevaluasi kinerja profesional seorang guru diantaranya dilakukan dengan skala penilaian diri (self evaluation), kuesioner yang memuat skala penilaian oleh para siswa sebagai umpan balik (feedback) terhadap kompetensi kinerja tersebut, dan skala penilaian oleh teman sejawat (peer evaluation).
B.      KOMPONEN KINERJA PROFESIONAL GURU
1.       Gaya mengajar
                Lippitt dan white mengklasifikasikan gaya belajar itu ke dalam 3 kategori :
a)      Autoritarian : guru mengarahkan keseluruhan kegiatan program pembelajaran.
b)      Demokrasi : guru mendorong atau melibatkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan bertukar pemikiran dalam proses pengambilan keputusan.
c)       Laissez-faire : guru tidak menetapkan tujuan, dan tidak memberikan arahan, atau aturan bagi tingkah laku kelompok atau individu siswa.
       Louis Rubin (ornstein, 1990) mendeskripsikan gaya mengajar ke dalam enam aspek, yaitu sebagai berikut :
a.       Explanatory
b.      Inspiratory
c.       Informative
d.      Corrective
e.      Interactive
f.        Programmatic
2.       Kemampuan Berinteraksi dengan Siswa
a.       Komunikasi Verbal
                Perilaku verbal (verbal behaviors) dasar, yang dinamai juga dengan “moves” ke dalam empat jenis, yaitu sbg :
1)      Structuring moves
2)      Soliciting moves
3)      Responding moves
4)      Reacting moves
b.      Komunikasi Non-verbal
                10 jenis komunikasi nonverbal dari 225 guru di 45 sekolah, yaitu :
1)      Senyum
2)      Kontak mata
3)      Menganggukkan kepala
4)      Gesture
5)      Jarak interaksi
6)      Sentuhan
7)      Gerakan tubuh
8)      Berpakaian yang rapih dan bersih
9)      Sikap
10)   Pengaturan tempat




Referensi
       Suparlan, M.Ed. 2011.  Menjadi Guru Efektif. Jakarta: PT. Hikayat
       Yusuf, Syamsu. 2011. Perkembangan peserta Didik. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada



Tidak ada komentar:

Posting Komentar