DIKLAT PENGUATAN KEPALA SEKOLAH PROVINSI JAWATIMUR ANGKATAN I
Oleh KUSAIRI S.Pd , M.Pd
Sejak hari Ahad, 10 September 2019 sebanyak 94 kepala sekolah yang berasal dari Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya berkumpul di LPMP Jawa Barat untuk mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah yang diselenggarakan atas kerjasama LP2KS, LPMP Jawa Timur LPPPPTK BOE DITJEN GTK KEMENDIKBUT RI
Pelaksanaan kegatan Diklat Kepala Sekolah ini sebagai respon atas diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai kepala Sekolah.
Permendikbud tersebut mewajibkan kepada kepala sekolah yang sudah menjabat sebelum diterbitkannya peraturan tersebut untuk mengikuti Diklat Penguatan dengan durasi 71 jam.
menguatkan program literasi di sekolah.
Mulai hari pertama pengikuti diklat, saya merasakan semangat dan antusias yang luar biasa dari seluruh peserta diklat. Keaktifan dan respon positif dari setiap sesi memberikan suasana diklat semakin dinamis. Hal ini karena adanya kesamaan visi dari seluruh peserta akan pentingnya perbaikan kualitas pengelolaan sekolah.
Seputar pengelolaan sekolah sejatinya bukan barang baru bagi peserta diklat, karena posisi saat ini sudah menjadi pimpinan di unit sekolah masing-masing. Akan tetapi, setiap sesi curah pendapat di awal materi, pasti ada berbagai pengalaman yang dicurahkan oleh peserta. Dan itu memberikan informasi dan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta diklat yang lainnya.
Arah Sekolah, Peran Strategis Kepala Sekolah
Peran dan fungsi Kepala Sekolah saat ini fokus pada 3 koponen besar yaitu manajerial, kewirausahaan dan supervisi. Menjalankan peran dan fungsi ini membuat kepala sekolah akan banyak melakukan penataan dan pengelolaan terhadap berbagai komponen yang ada di sekolah. 8 SNP yang ada menjadi ukuran-ukuran yang harus dicapai, terlebih ada standar kekhasan yang harus dimplementasikan di BOE MALANG.
Menyadari akan pentingnya peran sebagai kepala sekolah, maka menjadi pribadi yang terus belajar merupakan satu karakter yang harus ada dalam diri kepala sekolah. Posisi kepala sekolah bukan sekedar jabatan prestisius, akan tetapi jabatan yang menjembatani perubahan generasi melalui berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah.
Kepala sekolah harus menyadari bahwa kuantitas dan kualitas pekerjaan tidak hanya melalui ukuran-ukuran angka dari setiap capaian target program kerja. Lebih dari itu, totalitas dalam mengabdikan diri di sekolah dan di dunia pendidikan inilah yang menjadi spirit perubahan tersebut.
Pendidikan adalah investasi kebaikan buat diri, generasi dan peradaban. Oleh karenanya, ikhtiar yang maksimal untuk mempersembahkan layanan terbaik merupakan 'setinggi-tinggi' nya kualitas hidup seorang kepala sekolah.
Menuju Sekolah Efektif dan Bermutu




Tidak ada komentar:
Posting Komentar